Danau Gunung Tujuh: Surga Tersembunyi di Balik Punggung Kerinci

Selepas pendakian ke Gunung Kerinci, kami melanjutkan perjalanan ke danau tertinggi di Asia Tenggara, yaitu Danau Gunung Tujuh. Danau Gunung Tujuh adalah danau yang terletak di Kabupaten Kerinci, Jambi, tepatnya di Desa Pelompek, Kecamatan Kayu Aro. Danau ini berada di kawasan Gunung Tujuh, gunung yang letaknya tepat di belakang Gunung Kerinci, dan masih termasuk dalam wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat. Danau Gunung Tujuh bisa dijadikan destinasi wisata untuk menikmati keindahan alam Kabupaten Kerinci. Selain memiliki panorama alam yang memukau, jalur menuju danau ini juga jauh lebih mudah dibandingkan jalur pendakian Gunung Kerinci

Suasana pagi hari di pinggir danau

Menuju Danau Gunung Tujuh

Saya da Fajar bergegas berangkat dari basecamp Mak Jus yang berada di kaki Gunung Kerinci menggunakan angkutan umum menuju pos registrasi Danau Gunung Tujuh. Tarif angkutan umum ini cukup murah, hanya dengan membayar Rp10.000 kami sudah bisa sampai ke pos registrasi. Kami juga membayar Rp20.000 untuk tiket retribusi masuk ke kawasan Danau Gunung Tujuh. Karena kami tiba agak siang, kami memutuskan naik ojek dengan membayar Rp15.000 untuk diantar hingga sebelum Pos 1.

Pos Registrasi untuk pendakian ke Gunung Tujuh

Kami berjalan sebentar untuk mencapai Pos 1. Perjalanan langsung disambut dengan jalur menanjak yang berlumpur, karena hujan turun pada hari sebelumnya—benar-benar berantakan! Setelah berjalan selama 30 menit, kami akhirnya tiba di Pos 1.

Pos 1 hingga Tepi Danau

Camilan yang kami bawa menemani kami beristirahat sejenak di Pos 1. Jalur pendakian saat itu sangat ramai oleh pendaki yang sedang turun dari Danau Gunung Tujuh, karena hari sebelumnya bertepatan dengan perayaan Tahun Baru 2020. Setelah memantapkan niat, kami segera melanjutkan perjalanan. Hanya dalam waktu 60 menit, kami tiba di Pos 2. Tanpa berlama-lama, kami melanjutkan perjalanan ke Pos 3. Di Pos 3 terdapat sebuah shelter tempat para pendaki bisa beristirahat. Dari sini, tinggal satu turunan lagi untuk mencapai tepi Danau Gunung Tujuh.

Pemandangan ketika kami sampai pada sore hari

Sungguh menakjubkan—keindahan Danau Gunung Tujuh terlihat biru dari kejauhan. Di sepanjang tepian danau, banyak tenda pendaki yang akan bermalam di sana. Kami berjalan menyusuri tepi danau mencari tempat yang cocok untuk mendirikan tenda. Setelah menemukan lokasi yang pas di pinggir danau, kami segera mendirikan tenda dan mulai memasak untuk makan malam. Setelah berbincang-bincang malam itu, kami memutuskan untuk segera tidur.

Mendirikan tenda di tepian danau

Pagi yang Memukau di Tepi Danau

Saya terbangun tepat saat matahari mulai bangkit dari tempat tidurnya. Sungguh indah melihat matahari terbit di belakang perbukitan, dengan pantulan cahayanya yang menyentuh permukaan air danau. Tidak lupa, saya mengabadikan beberapa momen indah ini dengan kamera ponsel yang kubawa.

Danau Gunug Tujuh ketika di pagi hari

Setelah menikmati segelas kopi dan camilan di pagi hari, kami sebenarnya ingin sekali terjun ke dalam air danau. Namun, karena tidak tahan dengan dinginnya air, kami akhirnya memutuskan untuk tidak melakukannya. Sebagai gantinya, kami memanfaatkan kesempatan ini untuk mencuci pakaian di air danau, agar bisa menghemat baju bersih yang masih tersimpan di dalam tas. Setelah semua perlengkapan siap dibawa kembali, kami pun memutuskan untuk meninggalkan Danau Gunung Tujuh.

Danau Gunung Tujuh sangat direkomendasikan untuk orang yang sedang berkunjung ke Kerinci—baik sebelum maupun setelah mendaki Gunung Kerinci. Kita dapat berkunjung ke Danau Gunung Tujuh hanya untuk sekadar bersantai, melepas penat dari hiruk-pikuk kota. Namun yang paling penting, jangan lupa untuk selalu membawa kembali sampah yang dihasilkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seba Baduy

Dewi Anjani' Throne (Gunung Rinjani National Park)

Highest Peak on Bangka Island (Gunung Maras National Park)