Gunung Maras: Puncak Tertinggi Bangka-Belitung
Taman Nasional Gunung Maras
Jangan pernah meremehkan gunung mana pun. Kalimat itulah yang paling tepat untuk menggambarkan pengalamanku mendaki gunung yang berada di Pulau Bangka, yaitu Gunung Maras. Gunung Maras adalah satu-satunya gunung di Pulau Bangka, tepatnya berlokasi di Desa Rambang, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Gunung yang kini berstatus Taman Nasional ini berada di dua wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Bangka (sebagai wilayah utama) dan Kabupaten Bangka Barat, dengan Kabupaten Bangka sebagai wilayah yang lebih dominan.
Secara administratif, kawasan ini mencakup Kecamatan Riau Silip di Kabupaten Bangka dan Kecamatan Kelapa di Kabupaten Bangka Barat. Desa-desa yang masuk dalam kawasan hutan Gunung Maras antara lain Desa Mapur, Desa Riau Silip, Desa Kayu Arang, Desa Berbura (yang berada di dalam kawasan), dan Desa Tuik (Bangka Barat). Jarak antara Gunung Maras dan Kota Sungailiat sekitar 70 km, sementara dari Kota Belinyu berjarak sekitar 33 km.
Taman Nasional Gunung Maras ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 576/Menlhk/Setjen/PLA.2/7/2016 tanggal 27 Juli 2016. Taman Nasional ini bisa dikatakan masih tergolong baru dibandingkan taman nasional lainnya di Indonesia. Kawasan yang mencakup luas sekitar 16.806,91 Ha ini memiliki tipologi ekosistem yang cukup beragam.
Peta zonasi Taman Nasional Gunung Maras
Gerbang pendakian Gunung Maras
Mendaki Puncak Tertinggi Pulau Bangka
Salah satu daya tarik Taman Nasional ini adalah pendakian ke puncak gunung yang merupakan titik tertinggi di Pulau Bangka. Pendakian ini dilaksanakan pada 31 Desember 2020, bersama tiga temanku dari organisasi pecinta alam di kampus, yaitu Umar, Raihan, dan Mustofa.
Pendakian dimulai dari basecamp yang terletak di Desa Berbura, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka. Cuaca sangat terik sepanjang perjalanan menuju Pos 1—wajar saja, karena pendakian dimulai dari ketinggian sekitar 50 mdpl sehingga panas matahari terasa sangat menyengat kulit, meskipun jalurnya masih landai. Kurang dari 30 menit berjalan, kami tiba di Pos 1, tidak jauh dari sebuah air terjun yang mengalir di sungai terdekat.
Dihadang Hujan dan Petir
Perjalanan berlanjut dari Pos 2 menuju Pos 3, memakan waktu sekitar 30 menit dengan estimasi 1,5 km. Jalur pendakian mulai dinaungi pepohonan yang sesekali menghalangi sinar matahari yang terik. Tanjakan yang cukup melelahkan membuat kami beberapa kali berhenti untuk minum. Langit yang tiba-tiba berubah mendung membuat kami khawatir akan turun hujan saat hampir tiba di Pos 4.
Benar saja, setelah kami beristirahat sejenak di Pos 4, hujan turun perlahan lalu semakin deras sehingga kami bergegas melanjutkan perjalanan. Hujan semakin lebat ketika kami tiba di Pos 5. Kami terpaksa terus berjalan karena memang tidak membawa jas hujan—sebelumnya kami tidak menyangka akan hujan. Baru beberapa menit berjalan, kami terkejut oleh sambaran petir tepat di hadapan kami. Seketika kami diam membeku dan memutuskan untuk berhenti melangkah, meski tubuh dan pakaian sudah basah kuyup diguyur hujan.
Setelah 30 menit diam menunggu cuaca membaik, kami akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pendakian menuju puncak dengan perasaan was-was. Waktu terus berjalan, kami melewati punggung bukit dan lembah, hingga akhirnya tiba di puncak Gunung Maras.
Di Puncak Gunung Maras
Pemandangan yang tersaji di hadapan mata seolah menghapus semua rasa khawatir yang menghantui kami selama pendakian tadi. Pada ketinggian 669 mdpl, keindahan hutan hujan tropis Pulau Bangka terbentang luas di bawah sana. Sungguh menakjubkan.
Mendaki gunung ini mengajarkanku betapa kecilnya kita di hadapan alam semesta. Bermain di alam bebas memiliki risikonya sendiri—baik di medan yang sulit maupun yang terkesan mudah sekalipun. Dengan menghormati alam sebagai tempat bermain kita, kita akan mendapatkan kebijaksanaan dan makna yang bisa dipetik dari setiap perjalanan: bahwa rasa syukur adalah cara terbaik untuk menjalani hidup dan bertahan dalam setiap keadaan.

Komentar
Posting Komentar